Ubah Pola Tanam

oleh -39 Dilihat

Untuk mendukung rencana perluasan tanam pohon atau tanaman keras di area milik tanah warga, ia terus mengampanyekan perlunya mengubah pola tanam yang dilakukan masyarakat, untuk mengembalikan ekosistem alam.

“Yang kami dorong bahwa tanah milik pun selain menanam tanaman holtikultura ada juga tanaman hutannya,” kata dia.

Dengan upaya itu, tingginya intensitas hujan yang membawa material butiran air cukup banyak, mampu diserap dengan baik oleh tanaman, hingga mengikatnya dengan baik dalam tanah.

“Air itu tidak semuanya di permukaan tapi ada yang terserap terinfiltrasi oleh pohon sehingga tersimpan,” kata dia.

Khusus tahun ini lembaganya menargetkan ratusan hektare lahan yang ditanami pohon keras di samping tanaman holtikultura milik petani. “Total sekitar 700 hektare di Garut yang akan kita lakukan penanaman,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, sebanyak 500 bibit tanaman berhasil ditaman di area seluas 64,29 hektare Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bayongbong, KPH Garut tersebut.

“Saya harapkan berkelanjutan dari kesadaran masyarakat, mudah-mudahan masyarakat bisa mengalihkan komoditinya dari sayuran ke tanaman tahunan minimal kopi,” kata dia.

No More Posts Available.

No more pages to load.